Summer Love
Hidup di negara dengan empat musim itu komplit.
Salju, hujan, sinar matahari, ahh semuanya sudah dirasakan Olive. Tapi ada saat
dimana ia harus menghindar, ia tak suka panas dan selalu kembali ke negara asalnya
ketika musim panas. Mungkin kalian berpikir bahwa negara asalnya tak sepanas di
negara gingsengyang kini ditinggalinya, tapi kalian harus kecewa jika
berpendapat demikian. Indonesia bahkan lebih panas, tapi lebih baik
menghabiskan musim panas di tempat lahir daripada di negara orang, toh rasanya
juga masih sama, panas.
Ada banyak hal yang Olive tinggalkan ketika
memutuskan untuk belajar di Korea Selatan. Banyak hal yang tak bisa ia
sebutkan, perlu di underline, bold dan italic, BANYAK! Setiap pulang kampung,
banyak hal itu harus aku temui, hukumnya wajib! Tapi tahun ini ada yang emm
spesial, tak ada yang lebih menyenangkan dibanding dengan bertemu cinta monyet
yang masih duduk manis di hati sampai sekarang. Ahhh, rasanya otak Olive penuh dengan bayangan tentang cinta monyet.
“Nue, wait me! Hang out with Nue, dinner with Nue,
jogging with Nue. I want Nue, Nue, Nue!” Gumam Olive sambil menuliskan hal yang
ingin dilakukannya dengan cinta monyetnya, Nue. Setelah menulis pada satu
halaman penuh, ia mengakhiri tulisan tentang Nue, tangannya meraba bersampul
pink dengan tulisan besar ‘Alvin Manuel
Bramanto’.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar