Aku duduk di depan Richard dan mulai menatapnya
tajam, tapi memang dasarnya aku saja yang payah. Aku tak tahan melihat wajah
sempurnanya terlalu lama, bisa-bisa aku menciu… Don’t be stupid, Debby! Kugeleng-gelengkan kepalaku untuk
mengembalikan akal sehat yang tadi sempat pingsan saat melihat Richard.
“Apa yang kaulakukan di sini?” desisku